Catat, Ada Beberapa Fenomena Gerhana yang Akan Terjadi di Tahun 2019 - KabarMenarik.web.id
Gerhana bulan total

Dilansir dari liputan6.com, setidaknya ada lima fenomena gerhana yang bakal hadir di tahun 2019. Salah satunya pada tanggal 20 Januari 2019, terjadi gerhana bulan total yang disebut sebagai Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala.

Disebut sebagai Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala, karena gerhana ini terjadi saat bulan penuh (bulan purnama). Di Amerika Serikat, Gerhana di bulan purnama di setiap bulan memiliki julukan yang berbeda. Dan untuk bulan purnama yang terjadi bulan Januari dinamakan Wolf Moon atau bulan serigala.

Saat itu, memang bulan lebih dekat dengan bumi dibandingkan posisi normalnya, sehingga ukuran bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya. Fenomena ini dinamakan sebagai Super Moon.

Dan karena posisi matahari, bumi, dan bulan dalam satu garis sejajar, cahaya matahari melewati atmosfer Bumi dan membuat bulan seolah berwarna merah atau disebut sebagai Blood Moon. Oleh karena itu, fenomena tersebut jika digabungkan namanya menjadi Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala.

Gerhana bulan total
Fenomena gerhana bulan total di atas langit Tel Aviv, Israel, Jumat (27/718). Gerhana bulan terlama di abad ini yang dapat disaksikan di seluruh dunia dengan mata telanjang. (Foto: Liputan6)

Sayangnya fenomena Super Blood Wolf Moon tidak bisa kita saksikan di Indonesia. Sebab, fenomena ini hanya bisa disaksikan oleh mereka yang tinggal di Amerika Utara dan Selatan serta mereka yang tinggal di bagian barat Eropa dan Eropa.

Menurut NASA, fenomena gerhana ini akan terjadi mulai pukul 00:12 malam waktu AS atau pukul 12:12 WIB.

Sebelum Super Blood Wolf Moon, pada tanggal 6 Januari 2019, terjadi fenomena gerhana matahari sebagian.

Selanjutnya ada gerhana matahari total yang diprediksi terjadi pada 2 Juli 2019. Peristiwa ini bisa disaksikan oleh mereka yang ada di bagian selatan Chili dan Argentina.

Lalu ada pula gerhana bulan sebagian yang akan terjadi pada 16 Juli 2018. Fenomena ini bisa disaksikan oleh mereka yang berada di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.

Kemudian menjelang akhir tahun, tepatnya pada 26 Desember 2019 diprediksi terjadi gerhana bulan cincin yang bisa disaksikan di wilayah Arab dan sebagian Asia Selatan.

Sumber: Liputan6

Catat, Ada Beberapa Fenomena Gerhana yang Akan Terjadi di Tahun 2019

Gerhana bulan total

Dilansir dari liputan6.com, setidaknya ada lima fenomena gerhana yang bakal hadir di tahun 2019. Salah satunya pada tanggal 20 Januari 2019, terjadi gerhana bulan total yang disebut sebagai Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala.

Disebut sebagai Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala, karena gerhana ini terjadi saat bulan penuh (bulan purnama). Di Amerika Serikat, Gerhana di bulan purnama di setiap bulan memiliki julukan yang berbeda. Dan untuk bulan purnama yang terjadi bulan Januari dinamakan Wolf Moon atau bulan serigala.

Saat itu, memang bulan lebih dekat dengan bumi dibandingkan posisi normalnya, sehingga ukuran bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya. Fenomena ini dinamakan sebagai Super Moon.

Dan karena posisi matahari, bumi, dan bulan dalam satu garis sejajar, cahaya matahari melewati atmosfer Bumi dan membuat bulan seolah berwarna merah atau disebut sebagai Blood Moon. Oleh karena itu, fenomena tersebut jika digabungkan namanya menjadi Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala.

Gerhana bulan total
Fenomena gerhana bulan total di atas langit Tel Aviv, Israel, Jumat (27/718). Gerhana bulan terlama di abad ini yang dapat disaksikan di seluruh dunia dengan mata telanjang. (Foto: Liputan6)

Sayangnya fenomena Super Blood Wolf Moon tidak bisa kita saksikan di Indonesia. Sebab, fenomena ini hanya bisa disaksikan oleh mereka yang tinggal di Amerika Utara dan Selatan serta mereka yang tinggal di bagian barat Eropa dan Eropa.

Menurut NASA, fenomena gerhana ini akan terjadi mulai pukul 00:12 malam waktu AS atau pukul 12:12 WIB.

Sebelum Super Blood Wolf Moon, pada tanggal 6 Januari 2019, terjadi fenomena gerhana matahari sebagian.

Selanjutnya ada gerhana matahari total yang diprediksi terjadi pada 2 Juli 2019. Peristiwa ini bisa disaksikan oleh mereka yang ada di bagian selatan Chili dan Argentina.

Lalu ada pula gerhana bulan sebagian yang akan terjadi pada 16 Juli 2018. Fenomena ini bisa disaksikan oleh mereka yang berada di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.

Kemudian menjelang akhir tahun, tepatnya pada 26 Desember 2019 diprediksi terjadi gerhana bulan cincin yang bisa disaksikan di wilayah Arab dan sebagian Asia Selatan.

Sumber: Liputan6
Apa Reaksimu untuk Artikel Ini?